Belajar untuk berbagi



Berlibur Ke Jogja (Tamat) 19

Posted on November 30, 2009 by Admin

Sudah hampir seminggu saya di kota Gudeg ini, dan seiring berjalannya waktu saya harus kembali pulang ke balikpapan untuk menjalani aktifitas rutin saya bersama matahari terbit dan tenggelam. Ingin rasanya berlibur sedikit lama di jogja ini tanpa punya rasa di kejar-kejar oleh waktu yang terasa sangat singkat ini. Jam di dinding pun terasa cepat sekali bergerak dari pagi hingga sore kemudian malam dan pagi lagi, memang begitulah waktu jika terbawa dalam perasaan suka dan begitupula sebaliknya. Hari ini tadi saya perputar-putar di kota jogja melewati jalan solo kemudian mangkubumi dan mampir di Pizza Hut untuk memenuhi janji saya ke istri ketika masih pacaran dulu (baru bisa di jalanin sekarang hik’s) walau di balikpapan sendiri juga sudah ada Pizza hut tapi rasanya tetap kurang afdol jika belum masuk ke Pizza Hut di tempat ini. Selesai dari Pizza hut, saya melanjutkan perjalanan ke jantung kota jogja yaitu Malioboro. Fuh, cuaca hari ini memang benar-benar sangat panas sampai bisa membuat hangat celana jeans yang aku kenakan ini. Khasanah kota Jogja memang sangat terasa di tempat ini, karena disini banyak di jual cinderamata maupun makanan khas Yogya. Dan juga disini terdapat banyak andong-andong yang sedang parkir dengan kusirnya yang selalu memakai pakaian adat kebesaran jawa berupa Baju khas jawa dan Blangkonya. Tampak pula wisatawan-wisatawan asing sedang berjalan kaki maupun sedang duduk di lesehan untuk sekedar menikmati teh panas dan makan.

Read the rest of this entry →

Berlibur Ke Jogja 3

Posted on November 29, 2009 by Admin

Moment lebaran Idul Adha tahun ini kami jalani bersama keluarga di Yogyakarta kota dimana saya pernah tinggal selama +/- 5 Tahun. Ada rasa kekhawatiran dan kurang nyaman ketika tiba waktu untuk berangkat ke Yogya, karena setelah sekira 1 minggu saya di jogja saya harus berpisah dengan anak dan istri untuk waktu yang cukup lama. Ini di karenakan Istri saya meminta untuk tetap tinggal dulu di rumah orang tua nya di Jogja, dan menyebabkan kejadian ini harus terulang lagi. Apakah hal ini juga yang pernah di rasakan anda sebagai ayah dari anak-anak anda dan sebagai suami dari istri-istri anda ?. Saya tiba di jogja tepat 1 hari sebelum lebaran Idul Adha, seperti biasa saya menumpang pesawat Mandala Air. Bukan jadwal di undur sperti maskapai-maskapai lain ? tapi ini di cepatkan dari yang harusnya pukul 15.30 WITA menjadi 10.45 WITA. Hal ini sempat membuat repot urusan Perijinan dari kantor, karena pada hari tersebut saya sudah sepakat untuk tetap masuk kerja dan pulang di tengah hari tepat jam 12.00. Tapi di karenakan adanya hal ini, saya harus meminta ijin untuk full libur pada hari ini, hmmm untunglah tidak ada masalah yang cukup berarti.

Read the rest of this entry →

Dia memilih pergi meninggalkanku 20

Posted on February 11, 2009 by Admin

Aku meminangnya sekira 2 tahun  yang lalu. Dia seperti sahabat setia yang selalu bersamaku dalam suka dan duka dan dia juga yang telah banyak berjasa untuk mengantarkanku dan tulisan-tulisanku ini kedunia maya.  Tak lelah ia mengantarkan voice dan sms dari sanak sodara yang ada jauh disana. 2 Tahun bersamaku, adalah waktu yang cukup lama untuk membuatku senang dan ia pula  yang selalu menghiburku tatkala aku di dalam kesepian dan kejenuhan ketika sedang di kantor. Dia begitu istimewa di mataku sehingga menghapus segala keinginanku untuk menggantinya dengan yang lain. Selama 2 tahun itu pula ia telah banyak berjasa mengabadikan moment-moment indahku termasuk moment ini. 2 tahun aku menjaganya dengan penuh kehati-hatian, namun kemarin ia akhirnya harus lepas dari tanganku dan hilang entah kemana ? ia adalah gadget kesayangan berupa ponsel Sony Ericson P990i yang aku beli sekira 2 tahun lalu di lantai dasar ramayana rapak. Ia raib begitu saja tanpa aku sadari dimana menghilangnya setelah aku pakai untuk telephone ke kawanku yang ada di bangka belitung disebuah rumah makan. Setelah selesai makan siang,  saya dan kawan saya menuju ke parkiran dan masuk kedalam mobil dan setelah beberapa jam kemudian saya baru ingat kalau ponsel saya tidak ada. Dan sarung ponsel yang biasa terikat jadi satu di Ikat Pinggang pun ikut raib, kemudian saya coba telephone nomor saya itu dan ternyata tidak aktif. Yah, mau gimana lagi ? Nasi sudah menjadi bubur ? semua sudah terjadi. Mau tidak mau saya harus ikhlaskan ponsel kesayangan saya yang slalu saya pakai untuk internet itu. Dengan hilangnya ponsel itu, mau tidak mau kegiatan berinternetkupun akan ikut terganggu untuk beberapa waktu kedepan sampai saya punya rezeki untuk membeli yang baru lagi… Amin.

Read the rest of this entry →

Susah minyak di kota minyak 44

Posted on January 18, 2009 by Admin

Beberapa minggu kebelakang ini, pemandangan antrian minyak tanah di berbagai tempat di balikpapan bukan lagi pemandangan yang langka. Setiap ada lokasi agen penjualan minyak tanah selalu aja di penuhi oleh warga yang hendak mencari minyak tanah. Sungguh ironi karena hal ini terjadi di sebuah kota yang punya sebutan kota Minyak tapi kenyataanya minyak susah di dapatkan. Nggak perduli dengan alasan apapun karena seharusnya minyak tanah untuk kebutuhan sehari-hari ini tersedia dan mudah di dapatkan. Prasangka demi prasangka muncul akibat permasalahan ini, jika ini merupakan salah satu bagian dari program pemerintah untuk mengkonversi minyak tanah ke tabung gas. Sayangnya tabung gas pun bisa menjadi sesuatu yang langka di tanah jawa beberapa waktu yang lalu. Jika minyak tanah dan tabung gas sudah langka, apa kita sebagai warga harus kembali memasak menggunakan “reaktor nuklir” (baca : Kayu bakar) sungguh hal yang menyedihkan. Kalau sudah begini, siapa yang harus disalahkan ? sebab pihak pertamina pun nggak mau disalahkan malah justru berbalik meletakkan kesalahan pada warga yang sering panik dan gegabah mendengar isu yang kemudian berlomba-lomba menyetok minyak tanah dalam jumlah besar yang mengakibatkan langka nya minyak tanah. Ada baiknya, masing-masing pihak instropeksi agar permasalahan ini nggak terjadi lagi di masa-masa depan nanti.

Read the rest of this entry →

Tahun baru 2009 27

Posted on January 04, 2009 by Admin

Nggak terasa sudah hampir satu minggu saya nggak update blog ini, karena terhitung sejak pergantian tahun ini tadi isp yang saya gunakan ini nyantol melulu bawa’anya alias sering idle dimode 3G/HSDPA nya. Akhirnya saya gunakan mode lawas yaitu “Jipi Er Es“, mode yang sangat perlu di kasihani di tengah perkembangan konten website yang rasanya sudah semakin wajib untuk di akses menggunakan pita lebar. Kemana saya tahun baru ini ? nggak kemana-mana alias masih tetap stay disini melakukan kegiatan seperti hari-hari biasanya. Tahun baru ini saya memang nggak terlalu hanyut dalam hal-hal yang berbau party seperti tahun-tahun sebelumnya walaupun ada undangan acara kantor yang di selenggarakan di rumah kawan. Karena entah kenapa saya koq mulai berfikir bahwa merayakan tahun baru itu hal yang sia-sia dan membuang-buang waktu ? yang jadi pertanya’an apa sih yang di rayakan dari tahun baru ? keberhasilan karena tahun lalu kah ?. Karena menurut saya, pergantian tahun itu sama dengan pergantian hari yang terkumpul hingga 360 dan kemudian berubah sebutan menjadi tahun.

Read the rest of this entry →

Surat Untuk Bunda 20

Posted on December 25, 2008 by Admin

Bunda, tak sadar kini usiaku sudah lebih dari seperempat abad. Tapi sampai kini aku belum pernah berterimakasih padamu walau sekali karena kau telah mengandungku selama 9 bulan hingga melahirkanku. Aku juga belum pernah berterimakasih padamu karena kau telah menjaga, merawat, memberi perhatian padaku dari kecil hingga dewasa. Aku juga belum pernah berterimakasih karena kau telah memenuhi apa yang pernah aku minta dari kecil hingga dewasa. Bunda, betapa masih kuingat jelas saat aku kecil dahulu engkau mengajariku membaca dan berhitung dengan sabarnya. Engkau juga mendongengkan cerita-cerita kancil dan harimau saat aku tak mau makan atau tak mau tidur. Engkau menggandeng tanganku saat bepergian kemanapun dengan tangan lembut dan penuh kasih sayang. Engkau mengajariku bagaimana cara bersikap terhadap orang lain yang terkadang aku bantah, namun kau tak marah sedikitpun karena itu. Bunda, kini aku sudah dewasa dan engkau sudah semakin tua dengan kulit keriput dan mata yang berkaca-kaca. Namun kasih sayangmu terhadap kami masih tetap seperti yang dulu. Tak pernah kudengar permintaanmu padaku selain hanya ingin melihatku bahagia. Bunda, ijinkan aku menangis haru karena ke ikhlasanmu mengasihi kami anak-anakmu. Ijinkan aku menangis karena sampai sekarang belum  bisa membuat engkau bahagia. Ijinkan aku menangis karena belum bisa membuat engkau tenang menikmati masa-masa tua nanti. Tapi bunda, aku akan berusaha untuk membuatmu bahagia dan bangga atas kehadiran kami anak-anakmu ke dunia ini. Terimakasih bunda karena telah melahirkanku, terimakasih bunda karena telah membesarkan aku dengan kasih sayang. Terimakasih tak terhingga bunda.

Read the rest of this entry →

  • Balikpapan

  • Masukan email anda untuk berlangganan tulisan:

  • Renungan

  • Posting Acak

  • Menu

  • Awan Tags

  • Top Komentator

  • Komentar



↑ Top