Surat Untuk Bunda 20
Bunda, tak sadar kini usiaku sudah lebih dari seperempat abad. Tapi sampai kini aku belum pernah berterimakasih padamu walau sekali karena kau telah mengandungku selama 9 bulan hingga melahirkanku. Aku juga belum pernah berterima
kasih padamu karena kau telah menjaga, merawat, memberi perhatian padaku dari kecil hingga dewasa. Aku juga belum pernah berterimakasih karena kau telah memenuhi apa yang pernah aku minta dari kecil hingga dewasa.
Bunda, betapa masih kuingat jelas saat aku kecil dahulu engkau mengajariku membaca dan berhitung dengan sabarnya. Engkau juga mendongengkan cerita-cerita kancil dan harimau saat aku tak mau makan atau tak mau tidur. Engkau menggandeng tanganku saat bepergian kemanapun dengan tangan lembut dan penuh kasih sayang. Engkau mengajariku bagaimana cara bersikap terhadap orang lain yang terkadang aku bantah, namun kau tak marah sedikitpun karena itu. Bunda, kini aku sudah dewasa dan engkau sudah semakin tua dengan kulit keriput dan mata yang berkaca-kaca. Namun kasih sayangmu terhadap kami masih tetap seperti yang dulu. Tak pernah kudengar permintaanmu padaku selain hanya ingin melihatku bahagia. Bunda, ijinkan aku menangis haru karena ke ikhlasanmu mengasihi kami anak-anakmu. Ijinkan aku menangis karena sampai sekarang belum bisa membuat engkau bahagia. Ijinkan aku menangis karena belum bisa membuat engkau tenang menikmati masa-masa tua nanti. Tapi bunda, aku akan berusaha untuk membuatmu bahagia dan bangga atas kehadiran kami anak-anakmu ke dunia ini. Terimakasih bunda karena telah melahirkanku, terimakasih bunda karena telah membesarkan aku dengan kasih sayang. Terimakasih tak terhingga bunda.
Catatan Online yang di tulis oleh seorang buruh yang saat ini sedang mengais rezeki di salah satu perusahaan swasta di balikpapan. Tertarik di IT terutama Networking, Internet, Opensource, Graphic Design dan Video Editing. Blog ini adalah lanjutan dari blog saya sebelumnya di ![Norjik[dot]Com](http://feeds.feedburner.com/Norjikdotcom.1.gif)






















