Korban Buaya
Beberapa waktu yang lalu telah terjadi sebuah insiden mengenaskan di sungai sepaku yang jaraknya +/- 50km dari balikpapan. Seekor buaya liar di sungai tersebut memangsa seorang pemuda yang sedang memancing. Selain di Sungai Kenyamukan Sangatta, Sungai di Sepaku juga masih banyak terdapat buaya-buaya liar. Rencana mo mancing kesitu akhirnya cancel dulu ..he3x. Berita selengkap nya bisa di lihat disini :
Darmuji (24), buruh PT Agro Indomas Penajam Paser Utara yang diterkam buaya, Minggu (20/4), pukul 17.30 Wita, di Sungai Sepaku, Kecamatan Sepaku, hingga sore kemarin, belum juga ditemukan. Warga juga masih berusaha mencarikan pawang buaya yang benar-benar mampu menemukan hewan buas yang memangsa Darmuji.
Muhlis dan Suryanto, dua teman Darmuji yang ikut memancing mengaku sudah memperingatkan korban untuk tidak memancing di bibir sungai. Namun, peringatan itu tidak diindahkannya. Baru sekitar 10 menit memancing, tubuh Darmuji disambar buaya. Muhlis dan Suryanto menyaksikan adegan penerkaman itu.
Suryanto mengingatkan Darmuji, dengan mengatakan, ada buaya di sungai itu. Tapi, Darmuji yang baru sekitar 1 bulan tinggal di lokasi perkebunan itu malah menjawab bahwa sungai di Kalimantan tak mungkin ada buaya. “Dia menjawab, kali Kalimantan gak ono bajule (sungai di Kalimantan tidak ada buayanya, Red.),” kata Suryanto, menirukan jawaban Darmuji.
Muhlis yang hanya berjarak 1 meter saat korban diterkam buaya, menambahkan, saat kejadian, Darmuji sedang mencuci tangan usai memasang umpan cacing di mata kail. Korban sempat memegangi kaki Muhlis saat diseret buaya ke sungai. “Kaki saya dipegangi. Saya sempat pegangan kayu kecil. Pas kaki saya terlepas, saya ditarik Suryanto,” aku Muhlis. Setelah selamat, keduanya lari ke base camp dan minta pertolongan. Jarak lokasi dengan base camp sekira 1 kilometer.
Kapolsek Sepaku AKP Asik Sihabi bersama anggotanya setiap saat melakukan penyisiran di lokasi kejadian dengan jarak lebih dari 500 meter. Tapi, hasilnya nihil. Anggota polisi sempat mendapati sejumlah buaya yang sedang berjemur di pinggir sungai. Belum diketahui apakah buaya yang berjemur itu adalah satu di antara buaya yang memangsa Darmuji. “Anggota kami sempat menembak. Tapi buaya itu lolos,” kata Asik.
Petugas yang melakukan penyisiran juga sering melihat buaya besar muncul di permukaan sungai. Punggung buaya yang sempat terlihat, berukuran dua papan. Selain itu, ditemukan anak-anak buaya. “Kelihatannya memang sarang buaya di sana,” tambahnya.
Perkiraan bahwa sungai itu sarang buaya memang sangat mendasar. Tak jauh dari lokasi serangan adalah tikungan sungai. Lalu, di sisi kiri dan kanan, banyak ditumbuhi pohon nipah. Lalu, kedalaman sungai diperkirakan mencapai 5 meter dengan arus yang tak terlalu deras. Kini, Sungai Sepaku tak lagi dipakai sebagai jalur transportasi air.
Diberitakan sebelumnya, masyarakat Kecamatan Sepaku digegerkan dengan buaya yang menerkam manusia di Sungai Sepaku. Sejak warga transmigran datang 1977 lalu, dikabarkan, hanya ada beberapa kali serangan buaya, sebagaimana informasi yang beredar. Di beberapa titik Sungai Sepaku, warga memang sering melihat buaya muncul di permukaan air. (dea)
Sumber : KaltimPost
Catatan Online yang di tulis oleh seorang buruh yang saat ini sedang mengais rezeki di salah satu perusahaan swasta di balikpapan. Tertarik di IT terutama Networking, Internet, Opensource, Graphic Design dan Video Editing. Blog ini adalah lanjutan dari blog saya sebelumnya di ![Norjik[dot]Com](http://feeds.feedburner.com/Norjikdotcom.1.gif)

























April 29th, 2008 at 2:56 am
mas sumbernya itu bukan tribun kaltim. itu di kaltim post. wong aku sendiri yang nulis. ayo diganti. entar ku tuntut lho
May 24th, 2008 at 4:30 amPosting Terakhir…Panduan Pembelian Hasil Kebun
August 13th, 2008 at 5:47 am